Sabtu, 03 Desember 2016

TAUTOMERI


Tautomer adalah senyawa-senyawa organik yang dapat melakukan reaksi antar perubahan yang disebut tautomerisasi. Seperti yang umumnya dijumpai, reaksi ini dihasilkan oleh perpindahan atom hidrogen atau proton yang diikuti dengan pergantian ikatan tunggal dengan ikatan ganda di sebelahnya. Dalam larutan di mana tautomerisasi dapat terjadi, kesetimbangan kimia tautomer dapat dicapat. Rasio tautomer ini tergantung pada beberapa faktor, meliputi temperatur, pelarut, dan pH. Konsep tatomer yang dapat melakukan antarubahan dengan tautomerisasi disebut tautomerisme. Tautomerisme adalah kasus khusus dari isomer struktur dan memainkan peran yang penting dalam pemasangan basa dalam molekul DNA dan RNA. Tautomerisasi dikatalisasi oleh:
  • BASA
1.   Deprotonasi
2.   Pembentukan anion  yang terdelokalisasi (misalnya enolat)
3.   Protonasi  pada posisi yeng berbeda pada anion.

  • ASAM
1.       Protonasi
2.       Pembentukan kation yang terdelokalisasi
3.       Deprotonasi pada sebelah posisi yang berbeda pada kation.
Pasangan tautomer yang umum adalah:
1.     Keton-enol, misalnya aseton (lihat: tautomerisme keto-enol).
2.      Amida-asam imidat, misalnya selama reaksi hidrolisis nitril.
3. Laktam-laktim, sebuah tautomerisme amida-asam imidat pada cincin heterosiklik.
4.  Enamina-enamina, misalnya selama reaksi enzim yang dikatalisasi oleh piridoksal fosfate.
1.  Tautomeri fenol-keto
2.  Tautomeri nitroso-oksim
3.  Tautomeri imina-enamina
Tautomerisasi terbagi menjadi tiga yaitu:
1.     Tautomerisme prototropik merujuk pada relokasi sebuah proton. Tautomer prototropik adalah sekeompok keadaan protonaasi isomerik dengan rumus empiris dan muatan lokal yang sama..
2.      Tautomerisme annular adalah sejenis tautomerisme prototropik di mana sebuah proton dapat menduduki dua atau lebih posisi dalam sebuah sistem heterosiklik. Sebagai contoh, 1H- dan 3H- imidazola; 1H-, 2H-, dan 4H- 1,2,4-triazola; 1H- dan 2-H isoindola.
3.     Tautomerisme rantai-cincin terjadi ketika perpindahan proton diikuti oleh perubahan struktur terbuka menjadi cincin, seperti pada bentuk aldehida dan piran glukosa.
4. Tautomerisme valensi adalah sejenis tautomerisme prototropik yang melibatkan proses reorganisasi ikatan elektron yang cepat. Contoh dari jenis tautomerisme ini dapat ditemukan pada bulvalena. Contoh lainnya adalah bentuk terbuka dan tertutup dari azida - tetrazola. Tautomerisme valensi memerlukan perubahan geometri molekul dan hal ini berbeda dengan struktur resonansi ataupun mesomer.


Tautomeri adalah perpindahan atom dalam satu molekul menjadi isomer. contohnya perubahan keto menjadi enol, amin menjadi imin.


Kebanyakan aldehida dan keton yang sederhana juga terutama ada dalam bentuk keto; tetapi, 2,4-pentanadion terdiri dari 80% enol

Bentuk enol tidak hanya memiliki ikatan rangkap berkonjugasi, yang sedikit menambah kestabilan, tetapi juga memiliki susunan yang sedemikian rupa sehingga mmemungkinkan terbentuknya ikatan hidrogen internal, yang membantu menstabilkan tautomer ini. Tautomeri dapat mmempengaruhi kereaktivan suatu senyawa. Suatu pengecualian terhadap sifat keton yang tidak mudah teroksidasi, ialah oksidasi keton yang memiliki sekurang-kurangnya suatu hidrogen alfa. Suatu keton yang dapat menjalani tautomeri dapat dioksidasi oleh zat-pengoksidasi kuat pada ikatan rangkap karbon-karbon (dari) tautomer enolnya. Rendemen reaksi ini tidak diguakan untuk kerja sinetik, tetapi  sering digunakan dalam penuturan struktur.

SUMBER
Alan R. Katritzky, A.R.; Elguero, J. et al. The Tautomerism of heterocycles, Academic Press, New York, 1976, ISBN 0-12-020651-X.
Fessenden & Fessenden, Kimia Organik. Odhi Pramusaji Giriarso, kamus Kimia SMA.
http://atom-green.blogspot.co.id/2013/10/tautomeri.
Smith, M. B.; March, J. Advanced Organic Chemistry, 5th ed., Wiley Interscience, New York, 2001; pp 1218-1223. ISBN 0-471-58589-0.







1 komentar: